From Renungan Buat Kita

HAKIKAT PENDERITAAN DAN KENIKMATAN

Hakikat PenderitaanDi Shaih-nya, Muslim meriwayatkan hadits dari Rasulullah Shallallahu Alaihis Sallam yang bersabda,

“Pada Hari Kiamat penghuni neraka, yang dulunya penghuni dunia yang paling enak hidupnya didatangkan, lalu dicelupkan sekali saja ke neraka. Pernah merasakan kenikmatan?’ Orang tersebut menjawab, ‘Tidak, demi Allah, wahai Tuhanku.’ Penghuni surga, yang dulunya penghuni dunia yang paling menderita didatangkan, lalu dicelupkan sekali saja ke surga. Dikatakan kepadanya, ‘Hai anak Adam, apakah engkau pernah melihat kesengsaraan?’ Orang itu menjawab, ‘Tidak, demi Allah. Aku tidak pernah merasakan penderitaan dan melihat kesengsaraan sebelum ini’.” (Diriwayatkan Muslim).

Manusia Paling Menderita Read more

CONTOH-CONTOH MATI MENGENASKAN

Orang-Orang yang Aman dari Penderitaan
Hati yang kosong dari ras takut kepada Allah Ta’ala terancam mati mengenaskan (su’ul khatimah), sebab rasa takut memotivasi orang untuk selalau bertaubat dan membersihkan diri dari semua kotoran yang mungkinh masuk kepadanya saat ia lengah. Juga mendorongnya menambah pundi-pundi amal shalihnya. Sedang orang yang merasa aman dan terlalu bangga dengan perolehan amalnya, maka biasanya ia malas, suka menunda pengerjaan amal shalih, dan wara’-nya minim, sebab sangat mengandalkan ampunan dan maaf Allah Ta’ala. Karena itu, Hatim Al-Aham berkata:

“Barangsiapa hatinya tidak ingat empat bahaya, ia tertipu dan kemungkinan celaka. Read more

CINTA DUNIA

Apakah kita termasuk Cinta Dunia yang berlebihan, mungkin ada baiknya kita simak berikut:

Wanita Tua Renta Berwajah Jelek
Al-Ala’ bin Ziyad berkata, “Di mimpiku, aku lihat manusia membuntuti sesuatu, lalu aku ikut membuntutinya. Aku terkejut, ternyata yang mereka buntuti adalah wanita tua renta berwajah buruk dan mengenakan sejumlah pakaian mewah dan perhiasan. Aku bertanya kepada wanita tua itu, ‘Anda siapa?’ Ia menjawab, “Aku dunia.” Aku berkata, ‘aku berdoa kepada Allah, agar menjadikanmu benci padaku.’ Wanita itu menjawab, ‘itu terwujud jika engkau benci uang’.”
Cinta harta pilar atau cinta dunia. Menurut tabiatnya, jiwa cinta harta dan memiliki harta senang hartanya bertambah banyak serta tidak ingin hartanya berkurang. Ini karena ia menduga dirinya pemilik asli harta dan lupa atau dibuat lupa oleh setan bahwa harta itu milik Allah Ta’ala yang diberikan kepada siapa saja yang Dia kehendaki dan Dia mengambilnya dari siapa saja yang Dia kehendaki.
Selain itu, harta merupakan fitnah bagi manusia, kecuali bagi orang-orang yang tahu hakikat harta. Mereka diberi harta oleh Allah Ta’ala, lalu mereka gunakan ke dalam hal-hal positif. Harta ada di genggam tangan mereka, namun tidak menembus hati mereka. Karena itu, mereka dipuji Allah Ta’ala di al-Qur’an, Read more

PERASAAN MERASA BERDOSA

Induk Kemaksiatan
Imam Ibnu Al-Qayyim Rahimahullah berkata, “Induk kemaksiatan, bagi kecil maupun besar, ada tiga:

Pertama, keterikatan hati dengan selain Allah, yang tidak lain adalah syirik.
Kedua, menuruti dorongan emosi, yaitu dzalim.
Ketiga, menuruti kekuatan syahwat yang tidak lain adalah berzina.

Sasaran terakhir hati dengan selain Allah Ta’ala ialah syirik dan mengklaim ada Tuhan baru selain Allah Ta’ala. Sasaran terakhir menuruti dorongan emosi adalah membunuh. Dan, sasaran akhir menuruti kekuatan syahwat ialah zina. Ketiga hal itu disebutkan Allah Ta’ala secara bersamaan di ayat berikut,

‘Dan orang-orang yang tidak menyembah tuhan lain beserta Allah dan tidak membunuh jiwa yang diharamkan Allah kecuali dengan alasan yang benar, dan tidak berzina.’ (Al-Furqan: 65).”

Ketiga induk kemaksiatan di atas punya banyak cabang, yang tidak diketahui meyoritas manusia dan mereka tidak menyadari itu dosa yang wajib ditinggalkan. Di antara manusia ada orang yang perasaannya terhadap dosa telah mati, bahkan terhadap dosa-dosa besar sekalipun. Ia sama sekali tidak menganggap besar sebagai dosa besar. Itulah hati yang telah ditutup dengan sumbatan. Akibatnya, hati itu tidak punya nurani dan perasaannya mati, hingga tidak dapat merasakan apa-apa. Read more

Mensyukuri Nikmat Allah Ta'ala

Begitu kita bangun pada dini hari, terasa badan jadi bugar, semangat dan tenaga kerja rasanya pulih dan kembali segar, dan ini salah satu karunia nikmat yang kadang tidak banyak direnungkan dan diperhatikan. Bukankah kita telah merasakan nikmatnya tidur sepanjang malam. Sekujur badan terbujur lemas, lena menerawang di alam mimpi, istirahat pulas menikmati tidur karunia Allah yang terakar, dan andaikata rasa kantuk itu tak kunjung tiba, berarti nikmatnya tidur tidak akan kita rasakan, apa yang terjadi? Betapa gelisahnya perasaan ini, badan terasa gerah, ini baru sisi kecil dari kehidupan ummat manusia.

Coba kita simak firman Allah, yakni dalam surah Ibrahim ayat 34, Artinya:

“Dan jika kamu menghitung-hitung nikmat Allah tidaklah dapat kamu menghinggakannya.”

Walau sesungguhnya kita patut wajib menyadari segala sesuatu yang telah dianugrahkan Allah kepada kita dari berbagai bentuk dan macam nikmat, nah cobalah kita buktikan Firman Allah tersebut di atas. Read more

Membuka Pintu Rizki Yang Barakah

Diantara buah-buah iman bagi kaum Mukminin antara lain adalah:
Pertama, taqwa itu sendiri, menjaga diri dari dosa, ancaman siksa, bahaya dan membuka pintu rizki karena Allah berfirman (QS; Ath Thalaq : 2-3) yang Artinya:

“Barangsiapa yang bertaqwa kepada Allah niscaya Dia akan mengadakan baginya jalan keluar. Dan memberinya rezki dari arah yang tiada disangka-sangkanya. Dan barangsiapa yang bertawakkal kepada Allah niscaya Allah akan mencukupkan (keperluan)nya. Sesungguhnya Allah melaksanakan urusan (yang dikehendaki)Nya. Sesungguhnya Allah telah mengada-kan ketentuan bagi tiap-tiap sesuatu”. Read more