Berani Terima Tantangan US$100,000,000.- dari Russell Brunson?? Daftar Gratis Di Sini
Powered by MaxBlogPress  

Blog Bisnis Online

Untuk Hidup Lebih Bermanfaat & Berkwalitas

Archive for August, 2007


Awaluddin Batubara: “Sehari 6 Juz”

Mata indera boleh buta, tapi mata hati harus berfungsi. Begitu semboyan yang selalu digenggam Ust Awaluddin Batubara. Buktinya, meski tuna netra, pria ini fasih membaca al-Quran. Bahkan bertitel hafizh sejak usia 20-an. “Ana”menggunakan al-Quran huruf Braille untuk menjaga hafalan,” ujarnya.
Sejak kecil, pria kelahiran Padangsidempuan (Sumut) ini sudah gandrung kepada al-Quran. Saking cintanya, ketika di kelas III SD Awaluddin tak segan-segan membohongi guru agar bisa mendengar bacaan muratal di radio tetangga. Kadang pakai alasan buang air kecil atau cuci muka. Yang penting bisa keluar kelas. Entah apa sebabnya, hatinya merasa terharu bila mendengar lantunan ayat-ayat Allah. Tak jarang ia sampai terisak-isak. “Padahal “Ana” belum paham arti bacaannya,” kata pria ramah ini.
Bulan Ramadhan menjadi saat yang ditunggu-tunggu. Dengan menjalankan ibadah puasa, hafalannya bisa lebih terjaga. Ini karena hatinya sabar dan jauh dari godaan nafsu. “Orang akan kesulitan menghafal al-Quran bila tidak bisa mengendalikan hawa nafsu,” Awaluddin membuka resep.
Dia juga rajin tadarus, menyimak bacaan orang lain, membaca ketika shalat, dan mengajarkan bacaan al-Quran kepada orang lain. Dengan rutinitas semacam itu, Awaluddin rata-rata mampu melahap 3 juz per hari. Kalau Ramadhan? “Minimal dua kali lipatnya. Rasulullah kan memerintahkan kita untuk banyak tadarus di bulan suci,” katanya.
Matanya yang cacat itu akhirnya lebih sering menangis. “Apalagi kalau saya membacanya sebelum sahur, ketika orang terlelap tidur, air mata ini seakan tumpah. Bukannya ana menyesali mata yang tidak berfungsi, tapi justru sangat bersyukur karena Allah menganugerahi sebuah kelebihan yang tidak dimiliki banyak orang.”
Mata Awaluddin mulai terasa tidak beres sejak anak-anak. Awalnya cuma kabur, tapi ketika duduk di kelas VI SD penglihatannya benar-benar tak bisa diajak kompromi. Apa boleh buat, pria yang sebenarnya gemar membaca ini terpaksa berhenti sekolah hanya beberapa saat sebelum ujian akhir.
Awaluddin kecil yang dikenal cerdas ini kemudian masuk ke sebuah pesantren. Hobinya mendengar al-Quran bisa tersalur dengan lebih baik. Bahkan lama-lama muncul obsesi untuk menjadi seorang hafizh. “Ustadz dan teman-teman sesama santri yang membantu membacakan ayat untuk ana.”
Dasar otaknya encer, dalam waktu 2,5 tahun, hafalan 30 juz sudah tersimpan di kepala. Namun dia mulai dihinggapi kegelisahan, jangan-jangan hafalan itu suatu saat hilang karena matanya tak bisa membaca. “Hilangnya bacaan bagi seorang hafizh adalah suatu musibah,” ujarnya.
Maka pada tahun 1994 Awaluddin mengikuti pendidikan khusus untuk tuna netra di Jakarta. Begitu selesai, dia langsung diajak seorang sarjana lulusan Timur Tengah untuk merintis pesantren tahfizh Quran di Lampung. Sukses merintis pesantren, Awaluddin lantas direkrut menjadi staf pengajar di Pesantren Husnayain Jakarta, sampai saat ini. Kelak, ayah dua anak ini ingin mendirikan pesantren tahfizh Quran di kampung halamannya. “Mohon doa,” pintanya.• (pam)

  • Meta

    • Log in
    • Valid XHTML
    • XFN
    • WordPress


      • eXTReMe Tracker
        PageRank Checking Icon

        Directory of Personal Blogs
        Business blogs
        Marketing / SEO blogs

         Subscribe in a reader


        Koleksi Photo

        www.flickr.com
        This is a Flickr badge showing public photos and videos from caksub. Make your own badge here.